Rabu, 04 April 2012

Ciri dan sifat virus


Selama hidupnya, seseorang yang pernah terkena AIDS tidak akan bisa sembuh secara total dari penyakit tersebut. Mengapa demikian? Hal itu karena penyebab AIDS adalah virus. Salah satu sifat virus adalah mampu bertahan didalam sel/jaringan makhluk hidup dan kemudian menyerang sel/jaringan tersebut jika kondisi memungkinkan (misalnya, daya tahan tubuh menurun).
Virus merupakan salah satu faktor penyebab penyakit, contohnya HIV, influenza, flu burung, mosaik tembakau, dan virus kentang. Namun, tahukah kalian seperti apakah bentuk virus itu? Makhluk hidupkah dia? Benda matikah dia? Marilah kita pelajari
Sejarah penemuan virus
Keberadaan Virus mulai diketahui sejak penemuan Adolf Meyer, seorang ilmuwan Jerman, pada tahun 1883. Meyer menyelidiki penyakit bintik kuning pada tanaman tembakau sehat ternyata dapat menularkan penyakit bintik kuning. Penelitian itu diulangi oleh Dmitri Ivanowsky pada tahun 1983. Oleh Ivanowsky, ekstrak daun tembakau yang terkena penyakit kuning disaring dengan saringan bakteri. Hasil penyaringan itu masih menyebabkan penyakit kuning jika disuntikkan pada tanaman tembakau yang sehat. Berdasarkan hal itu, disimpulkan bahwa penyebab penyakit itu berukuran lebih kecil dari bakteri karena lolos dalam saringan bakteri.
Pada tahun 1897, seorang ahli mikrobiologi Belanda bernama Martinus W. Beijerinck melakukan percobaan terhadap penyakit bintik kuning tersebut. Hasil pencobaannya menunjukkan bahwa patogen (penyebab penyakit) sebagai agen itu hanya dapat berkembang biak pada makhluk hidup. Pada tahun 1935, seorang ilmuwan Amerika Serikat bernama Wendelly Stanley, Walaupun telah dikristalkan, patogen itu masih mampu menimbulkan penyakit jika disuntikkan pada tembakau yang sehat. Stanley memberi nama patogen tersebut tobacco mosaic virus atau TMV (virus mosaik tembakau). Virus berasal dari bahasa Latin, berarti racun atau bersifat membunuh
Ciri- ciri dan sifat virus
Virus bukan merupakan tumbuhan, hewan, atau mikroorganisme. Walaupun demikian, virus tampak seperti makhluk hidup hidup karena kemampuan berkembangbiaknya yang sangat luar biasa. Namun, virus bukanlah makhluk hidup dalam arti yang sesungguhnya Virus dapat bertahan hidup (tidak aktif) di luar sel inangnya, tetapi dapat berkembang biak dalam sel inang tertentu. Tanpa sel inang, virus tidak dapat menjalankan fungsi hidup untuk melakukan proses metabolisme. Virus tidak dapat mensintesis protein karena tidak mempunyai ribosom yang berperan sebagai ”mesin“ pembentuk protein. Untuk itu, virus harus menginfeksi sel inang dan menggunakan ribosom sel inang untuk mentranslasi duta ARN virus guna membentuk protein virus. Virus tidak dapat menghasilkan atau menyimpan energi dalam bentuk ATP (adenosin trifosfat). Virus merupakan partikel berukuran sangat kecil dibandingkan dengan bakteri. Virus berukuran antara 10-400 nm (0.01-0.4 μm). Ukuran virus terlalu kecil untuk dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa dan lolos dari saringan bakteri. Virus hanya dapat diamati dengan miskroskop elektron, tidak tersusun atas sel-sel. Semua virus mempunyai senyawa asam nukleat (DNA atau RNA) sebagai bahan inti. Namun, suatu virus hanya mengandung DNA atau RNA.
Komponen satuan protein struktur yang membungkus asam nukleat virus dinamakan kapsomer, dan kumpulan kapsomerkapsomer yang membungkus asam nukleat tersebut dinamakan Kapsid. Struktur kapsid dan asam nukleat virus dinamakan Nukleokapsid. Dalam bentuk yang tidak aktif atau berada diluar sel inang, sebuah partikel virus disebut virion. Setiap virion paling sedikit mengandung satu jenis asam nukleat (DNA atau RNA) sebagai bahan inti. Virion atau disebut juga benda seperti virus adalah pembawa penyakit (patogen) yang hanya mengandung asam nukleat (RNA) dan tidak mempunyai selubung protein. Beberapa partikel lain seperti virus disebut prion dan viroid. Prion disusun oleh protein dan tidak memiliki asam nukleat, sedangkan viroid adalah molekul utas tunggal RNA dan merupakan patogen terkecil yang diketahui. Beberapa virus merupakan parasit pada sel-sel hewan, tumbuhan, dan beberapa jenis mikroorganisme tertentu. Contoh virus yang hanya menyerang satu jenis sel atau kumpulan sel (jaringan) pada makhluk hidup adalah influenza. Virus influenza hanya menyerang sel-sel penyusun permukaan saluran pernapasan. Adapun virus yang menyerang bakteri, misalnya bakteri Escherichia coli, disebut bakteriofag. Virus disebut sebagai makhluk hidup peralihan, antara benda mati dan makhluk hidup. Virus memiliki sifat benda mati, yaitu dapat dikristalkan dan tidak berprotoplasma. Virus memiliki sifat makhluk hidup karena mampu berkembang biak dan mempunyai asam nukleat.
Replikasi virus
Virus mempunyai cara reproduksi yang berbeda dengan makhluk hidup lain. Virus hanya mampu berkembang biak di dalam sel makhluk hidup. Pada prinsipnya replikasi virus dapat dikatagorikan ke dalam 5 tahap:
1. Penempelan/adsopsi virion pada inangnya
2. Penetrasi virion atau asam nukleatnya ke dalam sel inang
3. Sintesis asam nukleat dan protein virus mulai dari awal sampai akhir infeksi. Awal infeksi, virus mengendalikan metabolisme sel untuk mensintesis asam nukleat dan protein virus baru. Akhir infeksi, protein struktural yang merupakan sub unit pembungkus virus (kapsomer) disintesis.
4. Penyusunan (Assembly) subunit struktural (dan komponen membran pada virus berselubung lipid) dan pengepakan asam nukleat menjadi partikel virus.
5. Pelepasan virion dari sel inang

0 komentar:

Poskan Komentar

Trima kasih atas komennya Gan.....

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes